Selasa, 09 Juli 2013

*****AMALAN KESUKAAN RASULULLAH SAW DI BULAN RAMADHAN*****



AMALAN yang menghidupkan Ramadan ialah memperbanyakkan sedekah kerana sikap bermurah hati pada Ramadan adalah dituntut. Ibn Abbas melaporkan: Amalan yang menghidupkan Ramadan ialah memperbanyakkan sedekah kerana sikap bermurah hati pada Ramadan adalah dituntut. Ibn Abbas melaporkan: "Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi pada Ramadan ketika Jibril menemuinya lalu membacakan padanya al-Quran." (Hadis riwayat Bukhari)

v  Membaca al-Quran

Disunatkan memperbanyakkan bacaan al-Quran pada bulan Ramadan kerana ia bulan al-Quran seperti firman Allah yang bermaksud: "... bulan Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah." (Surah al-Baqarah, ayat 185)

Malaikat Jibril sentiasa bertadarus al-Quran dengan Nabi SAW setiap hari sepanjang Ramadan. Para salaf mendahulukan bacaan al-Quran daripada ibadah lain. Sebahagian salaf khatam al-Quran dalam masa tiga hari, sebahagiannya tujuh hari dan 10 hari pada Ramadan.

Saidina Uthman bin Affan khatam al-Quran setiap hari pada Ramadan. Imam Zuhri berkata apabila tiba Ramadan, "Sesungguhnya Ramadan itu bulan membaca al-Quran dan menyediakan makanan untuk orang berpuasa."

Memberikan makan kepada orang yang berbuka puasa. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Sesiapa yang memberikan makan kepada orang yang berpuasa, maka baginya seperti pahala (orang yang berpuasa) dalam keadaan tidak berkurung sedikitpun dari pahala orang yang berpuasa itu." (Hadis riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibn Majah dan ad-Darimi)

v  Qiamullail

Disunatkan berjaga malam secara berjemaah pada bulan Ramadan iaitu solat terawih dan waktunya di antara solat Isyak hinggalah terbitnya fajar. Nabi sangat gemar mendirikan malam pada bulan Ramadan.

Rasulullah bersabda yang bermaksud: "Sesiapa menghidupkan Ramadan dengan keimanan dan pengharapan pahala daripada Allah Taala, maka akan diampunkan segala dosanya yang terdahulu."(Hadis riwayat Bukhari)

v  Solat tarawih

Solat tarawih adalah solat khusus yang hanya dilakukan pada Ramadan. Solat tarawih, walaupun dapat dilaksanakan bersendirian, umumnya dilakukan secara berjemaah di masjid. Di sesetengah tempat, sebelum solat tarawih, diadakan ceramah singkat bagi menasihati jemaah.

v  Mengerjakan umrah
Perkara disunatkan pada Ramadan adalah mengerjakan umrah berdasarkan sabda Baginda SAW yang bermaksud: "Umrah pada Ramadan (pahalanya) sama dengan (pahala) mengerjakan haji atau mengerjakan haji bersamaku." (Hadis riwayat Bukhari)
v  Zakat fitrah

Zakat fitrah dikeluarkan khusus pada Ramadan atau paling lambat sebelum selesainya solat sunat hari raya. Setiap Individu Muslim yang berkemampuan wajib membayar zakat fitrah. Nilai zakat fitrah adalah satu gantang makanan ruji atau setara dengan 2.7 kilogram beras.


SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1434 H/ TAHUN 2013

SEMOGA AMAL IBADAH MENDAPAT RAHMAT DARI ALLAH SWT.

PESAN PUASA BAGI KEHIDUPAN PRIBADI DAN SOSIAL


 

Banyak hikmah pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan bagi kehidupan pribadi dan kehidupan sosial. Tapi hikmah itu akan dapat dimanifestasikan, kalau substansi dan filosofi rangkaian ibadah puasa Ramadhan itu, dapat diinternalisasikan dalam diri pelaku puasa. Tanpa seperti itu, sulit untuk mendapatkan makna dari ibadah puasa Ramadhan bagi kehidupan. Bahkan, boleh jadi lebih buruk, sebagaimana yang disinyalir oleh Rasulullah saw., ”Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa, kecuali haus dan lapar.”

Bagi kehidupan pribadi, puasa akan memberikan kontribusi penting atau peran yang signifikan dalam pembentukan jati diri. Rekontruksi jatidiri di sini, meliputi proses penyempurnaan, pencerahan dan kesehatan fisik dan psikis serta material dan spritual. Puasa, merupakan satu cara untuk mendidik individu dan masyarakat untuk tetap mengontrol keinginan dan kesenangan dalam dirinya walaupun diperbolehkan. Dengan berpuasa seseorang dengan sadar akan meninggalkan makan dan minum sehingga lebih dapat menahan segala nafsu dan lebih bersabar untuk menahan emosi, walaupun mungkin terasa berat melakukannya.

Secara fisik, orang yang berpuasa cendrung akan lebih sehat dan stabil pasca pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Hal itu disebabkan karena selama bulan Ramadhan lambung dan perut terkontrol isinya. Jika sebelum bulan Ramadhan perut dan lambung berisi terus, sehingga metebolisme tidak berjalan lancar, maka untuk menetralisir kembali dan mengembalikan keseimbangan tubuh, puasa merupakan salah satu metode yang efektif. Beberapa pakar kesehatan mengakui akan hal itu pada penelitan yang pernah mereka lakukan. Diantaranya, klinik dunia terkemuka yang dipimpin oleh DR. H. Lahman, DR. Muller dll, mengemukakan bahwa puasa sangat efektif dalam mengobati gangguan pencernaan, gangguan kegemukan, lever jantung, keletihan, kencing manis dan tekanan darah tinggi.

Hal senada juga dikemukakan oleh DR. Alexis Karl, seorang Doktor ahli bedah, psikiater Amerika yang telah memenangkan hadiah nobel untuk bidang kedokteran. Dia mengemukakan, bahwa salah satu cara yang paling ampuh dalam menyehatkan fungsi makanan adalah denga berpuasa. (Majalah, Wa’ayu al Islami, Ramadhan, 1930 H/ 1970 M, terbitan Kementrian Wagah dan Agama Kuwait).

Dalam konteks ini, Rasulullah saw. menegaskan: ”Berpuasalah agar kamu sehat.” Kemudian dengan berpuasa, kita akan terbiasa untuk hidup secara sederhana. Dalam hal ini, Rasulullah saw. menegaskan: ”Dari Abu Huraihah ra, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda. ”Allah Azza Wazalla berfirman: tiap-tiap manusia adalah untuk dirinya, kecuali puasa sebab puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan memberikan pahala kepadanya. Puasa adalah perisai, bila seseorang di atara kamu berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan jangan melakukan perkataan keji dan mungkar. Tidak menyinggung dan menyakiti seseorang. Bila di antara kamu ada yang memusuhi, maka katakanlah: aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhori Muslim).

Hadis di atas menggambarkan bahwa melalui puasa akan tercerminlah sikap pribadi bermental utuh dan suci (fitrah). Orang yang berpuasa akan terdidik menjadi orang yang memiliki sifat-sifat terpuji, seperti pemaaf, penyabar, disiplin dan ikhlas. Maka produktifitas ibadah spritual kita, akan semakin memperkokoh penyempurnaan kemanusiaan kita (insanul kamil). Amatlah tepat, kalau kemudian pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang dilaksanakan penuh dengan keimanan dan kesadaran, dapat mewujudkan pribadi atau individu muslim yang unggul, cerdas, sehat dan sholeh.

Selain bermakna bagi kehidupan pribadi. Ramadhan juga sangat bermakna bagi kehidupan sosial. Dengan berpuasa para aghniya (orang kaya) dan lapisan masyarakat elit bisa merasakan pedihnya kehidupan orang-orang yang setiap hari dilanda kelaparan karena miskin. Sebab secara fisik orang yang berpuasa mengalami sendiri, payahnya menahan lapar dan dahaga di siang hari. Kondisi ini, akan meluluhkan hati kita untuk mau respon dengan lingkungan sosial, khususnya menyangkut partisipasi kita terhadap kaum miskin. Hal ini menunjukkan, bahwa puasa Ramadhan memiliki aspek yang sangat dominan dalam menciptakan rasa ukhuwah atau solidaritas sosial. Ramadhan merupakan kesempatan bagi orang kaya untuk mendidik hati nurani agar menjadi manusia yang berhati lembut, memiliki rasa persaudaraan yang tinggi dan bersedia mengutamakan kepentingan orang lain demi kebersamaan dan kemaslahatan.

Dengan demikian, sejatinya seorang Muslim tidak sekedar menjadikan puasa sebagai kewajiban tahunan, menahan lapar dan berbuka, kemudian setelah itu hampir tidak berbekas dalam jiwa ataupun perilaku bersosialisasi di masyarakat. Lebih dari itu, puasa adalah kewajiban yang mampu menggugah moral, akhlak, dan kepedulian kepada hal sosial kemasyarakatan.

Penutup

Begitulah, puasa ini sesungguhnya memberikan makna dan hikmah besar bagi pembentukan kehidupan pribadi dan sosial kita menuju tatanan sosial yang tercerahkan. Implikasi hikmah pelaksanaan ibadah puasa ini sangat sarat dengan pembinaan dan pembelajaran untuk membentuk kehidupan pribadi dan sosial kita menuju kehidupan muttaqien. Semoga saja kita dan suluruh masyarakat kita dapat memetik hikmah ini. Amin...